Istiqomah, Arti serta Keutamaan Berikut Cara Penerapannya dalam Sehari-Hari
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧
Artinya; “Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs. Al-Fatihah: 6-7)
Kata (الْمُسْتَقِيمَ) dimaknai dalam ayat di atas sebagai jalan yang lurus, yang bermaksud jalan orang-orang terdahulu yang shaleh. Kata tersebut satu suku kata dengan kata Istiqomah, yang menjadi unsur penting dalam beribadah.
Beberapa ayat yang menyebutkan tentang kosa kata Istiqomah atau yang berdasar itu, mengartikannya dengan jalan yang lurus dan jalan yang benar. Jalan lurus artinya selalu teguh serta Konsisten berjalan sesuai perintah dan agama Allah SWT. Tidak ada jalan terbaik selain jalan beristiqomah dengan Agama Allah SWT.
فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ