Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Doa Qunut Subuh Versi Panjang dan Pendek Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Advertisement . Scroll to see content

Hukum Tidak Membaca Doa Qunut Sholat Subuh, Bolehkah?

Rabu, 07 Februari 2024 - 03:07:00 WIB
Hukum Tidak Membaca Doa Qunut Sholat Subuh, Bolehkah?
Hukum tidak membaca doa qunut sholat Subuh (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dari hadits-hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa ada juga dalil yang menunjukkan bahwa doa qunut adalah wajib dalam sholat subuh. Namun, dalil-dalil ini diragukan kekuatannya oleh sebagian ulama, karena ada beberapa perawi yang dituduh sebagai pendusta atau lemah. 

Oleh karena itu, pendapat yang mengatakan bahwa doa qunut adalah wajib dalam sholat subuh adalah pendapat yang lemah dan tidak kuat.

Tata Cara Membaca Doa Qunut dalam Sholat Subuh

Bagi yang ingin membaca doa qunut dalam sholat subuh, berikut ini adalah tata cara yang benar sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

  • Setelah ruku’ pada rakaat kedua sholat subuh, bangunlah dari ruku’ dan ucapkan “Sami’Allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd”.
  • Angkatlah kedua tangan hingga sejajar dengan telinga, lalu baca doa qunut dengan suara yang jelas dan pelan.
  • Baca doa qunut yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, atau doa qunut yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.
  • Setelah selesai membaca doa qunut, turunlah ke sujud dan lanjutkan sholat seperti biasa.

Kesimpulan

Membaca doa qunut dalam sholat subuh adalah bagian dari khilafiyah ijtihadiyah, yaitu perbedaan pendapat yang terjadi di antara para ulama dalam menetapkan hukum syariat yang bersumber dari ijtihad mereka. Ijtihad adalah usaha maksimal yang dilakukan oleh seorang mujtahid untuk menemukan hukum syariat dari dalil-dalil yang ada.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada tiga pendapat yang berbeda tentang hukum membaca doa qunut dalam sholat subuh, yaitu:

  • Hukumnya sunnah, ini pendapat Syafi’iyyah, Malikiyyah, dan salah satu pendapat Imam Ahmad. Mereka berdasarkan pada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa qunut dalam sholat subuh sesuai dengan keadaan dan kebutuhan, dan tidak secara terus menerus.
  • Hukumnya bid’ah, ini pendapat Hanafiyah, Imam al-Laits bin Sa’ad, pendapat terakhir Imam Ahmad, Sufyan ats-Tsauri, Ibnu Taimiyah, dan Ibnul Qayyim. Mereka berdasarkan pada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa barangsiapa yang tidak membaca doa qunut dalam sholat subuh, maka tidak ada sholat baginya. Namun, hadits-hadits ini diragukan kekuatannya oleh sebagian ulama, karena ada beberapa perawi yang dituduh sebagai pendusta atau lemah.
  • Hukumnya boleh, ini pendapat Ibnu Hazm dan ath-Thabari. Mereka berpendapat bahwa tidak ada dalil yang kuat yang mewajibkan atau melarang membaca doa qunut dalam sholat subuh, sehingga masalah ini dikembalikan kepada kebebasan masing-masing individu.

Jadi, masalah ini adalah masalah yang tidak ada nash yang jelas atau ijma’ ulama yang mengikat, sehingga para ulama berijtihad berdasarkan dalil-dalil yang mereka anggap paling kuat.

Oleh karena itu, kita harus menghormati perbedaan pendapat ini dan tidak saling mencela atau mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan kita. Kita juga harus mengikuti pendapat yang paling sesuai dengan dalil dan akal sehat, serta tidak fanatik terhadap satu pendapat saja. 

Demikianlah penjelasan tentang hukum tidak membaca doa qunut dalam sholat subuh. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang sholat subuh dan doa qunut. Wallahu a’lam.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut