Hukum Merayakan Tahun Baru Islam, Apakah Haram atau Mubah?
Adapun umat Muslim juga sering melakukan puasa, doa bersama, dan pengajian ketika perayaan tahun baru Islam. Hal tersebut tentunya tidak melanggar ketetapan yang Allah SWT berikan. Ini berarti, merayakan tahun baru Islam juga bisa dikatakan mubah dan tetap boleh dilakukan dan jika tidak dilakukan tidak mendapatkan dosa.
Jika mendapatkan ucapan dan selamat tahun baru, maka diperbolehkan menjawab dan membalasnya. Namun, tidak ada riwayat para sahabat Nabi Muhammad SAW bahwa mereka saling memberi ucapan selamat tahun baru.
Contoh membalas selamat tahun baru hijriah, bisa dijawab dengan ungkapan: Semoga Allah SWT memberikan kepadamu dan menjadikannya tahun kebaikan dan keberkahan bagimu.
Segala hukum yang berkenaan tidak melanggar syariat yang Allah SWT tetapkan maka bisa termasuk sunnah. Adapun jika telah melanggar ketentuan Allah SWT, maka akan termasuk haram atau hal yang dilarang.
Bulan Muharram juga disebut sebagai syahrullah al Asham yang berarti bulan Allah yang sunyi. Keistimewaan ini diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: