Hikmah Haji dan Umroh, Ini Pahala dan Keutamaannya
Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bahwa Allah Azza wa jalla telah menjanjikan akan 'Rumah' ini, akan berhaji kepadanya tiap-tiap tahun enam ratus ribu. Jika kurang, niscaya dicukupkan mereka oleh Allah dari para malaikat. (Bukhari dan Muslim).”
Tarbiah yang dimaksud dalam hal ini artinya mendapatkan tempaan langsung dari Allah SWT seperti yang pernah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Hal ini tentu membutuhkan persiapan yang baik agar setelah berhaji dapat memiliki karakter seperti para nabi sebagai salah satu hikmah menjalankan ibadah tersebut.
Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ibadah haji adalah salah satu amalan ibadah yang paling baik. Oleh sebab itu, siapa saja muslim yang dirasa sudah mampu harus menyegerakan untuk menjalankan rukun Islam ke-5 ini.
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW diberikan pertanyaan “Amal apakah yang paling utama?” kemudian beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.” (Bukhari, Book 2, Hadis 25) (Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)”.
Menjalankan ibadah haji dan umroh terkadang mendapatkan rintangan, cobaan, dan ujian baik secara fisik, hati, dan keimanan. Cobaan dalam melaksanakan haji tersebut akan menjadi pelajaran tersendiri bagi seorang muslim untuk semakin pandai menguasai diri, mengendalikan emosi, dan melakukan introspeksi diri. Itu akan menjadi salah satu hikmah ibadah haji yang penting bagi seorang muslim.