Hikmah Gerhana Bulan dalam Islam, Pengingat Hari Kiamat hingga Bukti Kebesaran Allah
Artinya: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).
Sebaliknya, gerhana bulan harus disikapi dengan banyak melakukan amalan saleh.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan amalan seperti shalat gerhana, banyak berdoa, berdzikir dan membaca istighfar, serta sedekah dan amal-amal kebajikan lainnya.
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Artinya: Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim).
1. Mengingatkan Tanda-Tanda Hari Kiamat
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agaman, Kamaruddin Amin menjelaskan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan, antara lain menghadirkan rasa takut kepada Allah saat terjadinya gerhana matahari dan bulan.