Hadits Pahala Shalat Tarawih Malam 1-30, Begini Isinya yang Dianggap Palsu
Oleh Imam Nawawi, kata'qâma ramadlâna' dalam hadits tersebut diartikan sebagai ibadah shalat tarawih. Namun penggugur dosa yang dimaksud hanya bisa berlaku bagi orang-orang yang beribadah semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan karena kebiasaan atau bahkan tujuan riya'.
Selain mendapat ampunan, shalat tarawih juga dianjurkan karena orang yang mengerjakannya akan mendapat pahala satu malam penuh.
Hadits Abu Dzar Radhiyallahu anhu:
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
Artinya: Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh) (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i, dan lain-lain).
Meski demikian, perlu diketahui bahwa hukum shalat tarawih adalah sunnah. Seseorang tidak akan mendapatkan dosa jika meninggalkannya dan memperoleh pahala apabila mengerjakannya.
Salah satu hadits mengenai shalat tarawih yang masyhur adalah soal keutamaan tarawih malam 1-30. Hadits tersebut ditulis oleh ulama abad ke-13 H yang bernama Syaikh al-Khubawi dalam kitab Durratun Nashihin.