رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Arab latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
5 Doa agar Tidak Gugup, Bisa Diamalkan Saat Akan Presentasi atau Bertemu Orang Penting
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil."
Pandangan Islam Terkait Perayaan Hari Ibu
Perayaan Hari Ibu biasanya diperingati setiap tanggal 22 Desember, dan terdapat fatwa dari Al-Lajnah Ad-Daimah (sejenis MUI di Arab Saudi) mengenai hal ini. Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya tentang kapan waktu yang tepat untuk memperingati Hari Ibu.
Jawabannya adalah:
Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Sesuai Sunnah
"Tidak diperbolehkan mengadakan perayaan yang dinamakan Hari Ibu, dan juga tidak diperbolehkan memperingati perayaan tahunan yang dibuat-buat, karena tidak terdapat petunjuk dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Perayaan tahunan yang diperbolehkan dalam Islam hanya Idul Fitri dan Idul Adha."
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak pernah kami tuntunkan, maka amalan tersebut tertolak."
Perayaan Hari Ibu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga para sahabat radhiallahu 'anhum. Perayaan ini dianggap sebagai inovasi yang diada-adakan dan menyerupai praktik orang kafir (tasyabbuh) (Fatawa Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, jilid 3 hal. 85).
Sebagai seorang anak ada tiga yang dapat dilakukan agar mendapat ridho dari ibunda.
1. Menghindari Durhaka terhadap Ibu
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam menyampaikan,
"Allah Ta’ala melarang kalian untuk berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban, dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga tidak menyukai menyebarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Ibnu Hajar memberikan penjelasan, “Sikap durhaka terhadap ibu disebutkan dalam hadits ini karena perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu yang lemah. Hadits ini juga menekankan bahwa berbuat baik kepada ibu harus didahulukan daripada berbuat baik kepada ayah, baik melalui tutur kata yang lembut, maupun kasih sayang yang mendalam.” (Lihat Fathul Baari V : 68)
Sementara itu, Imam Nawawi menjelaskan, “Disini disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu, karena kemuliaan ibu melebihi kemuliaan ayah.” (Lihat Syarah Muslim XII : 11)
2. Membuat Ibu Tertawa
Seorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan menyatakan, “Aku akan berbai’at untuk berhijrah, dan aku akan meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))
3. Menghindari Menyebabkan Ibu Marah
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar disampaikan, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)