Doa saat Angin Kencang Disertai Hujan Deras Sesuai Sunnah
Tata Cara adzan saat terjadi angin kencang atau hujan deras, dikutip dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB (PISS-KTB) yakni sama seperti adzan pada umumnya, hanya saja ada sedikit penambahan kalimah yakni "alaa sholluu fii rikhaalin atau fii rikhaalikum atau fii buyuutikum" dua kali sesudah adzan usai atau setelah kalimah khai'alah.
Angin merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya. Dengan angin tersebut, manusia bisa bernapas dan merasakan udara segar.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman;
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا (48) لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا (49) وَلَقَدْ صَرَّفْنَاهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا (50)
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat). (QS. Al Furqan: 48-50).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut menggambarkan kemampuan Allah Yang Mahasempurna dan kekuasaan-Nya Yang Mahabesar, yaitu bahwa Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira akan datangnya awan sesudahnya. Angin itu bermacam-macam sifat dan karakteristiknya; di antaranya ada angin yang membuyarkan awan, ada yang membawanya, ada yang menggiringnya, ada angin yang bertiup sebelum kedatangan awan yang membawa kabar gembira, ada angin yang kencang yang menyapu bumi, ada pula angin yang membuahi awan agar menurunkan hujannya.