ضَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِهِ يَبْتَغِي عِنْدَهُنَّ طَعَامًا، فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ، فَقَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لا يَمْلِكُهَا إِلا أَنْتَ، فَأُهْدِيَتْ إِلَيْهِ شَاةٌ مَصْلِيَّةٌ، فَقَالَ:هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ.
Artinya: “Nabi saw kedatangan tamu. Beliau lantas mengutus seseorang untuk menemui para istri beliau barangkali ada yang punya makanan. Namun ternyata tidak ada satu pun istri beliau yang punya makanan. Nabi saw lantas berdoa, ‘Allohumma inni as-aluka min fadhlika wa rohmatika fa innahu la yamlikuha illa anta.’ Kemudian setelah itu beliau mendapatkan daging kambing panggang. Nabi saw lantas berkata, ‘Ini adalah sebagian dari karunia-Nya. Kami sedang menunggu rahmat-Nya.”
Dari hadits di atas disebutkan dengan jelas bacaan yang perlu diamalkan ketika seorang Muslim mengalami kelaparan dan tidak memiliki simpanan makanan,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ، فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allohumma inni as-aluka min fadhlika wa rohmatika fa innahu la yamlikuha illa anta.
Artinya: ”Ya Allah, saya meminta anugerah dan rahmat kepada-Mu, karena hanya Engkaulah yang memilikinya."
Itulah ulasan mengenai doa menahan lapar saat puasa. Semoga bermanfaat!
Editor: Komaruddin Bagja