Doa Mandi Wajib Pria Berikut Tata Cara dan Urutannya
Selanjutnya, membersihkan kemaluan dan kotoran dengan tangan kiri.
Usai membersihkan kemaluan, kamu dapat mencuci tangan dengan menggosokkan ke tanah atau menggunakan sabun. An Nawawi menyatakan bahwa setelah beristinja' dengan air, disunnahkan untuk mencuci tangan dengan debu, sabun, atau menggosokkan tangan ke tanah atau tembok untuk menghilangkan kotoran (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 3/231, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi, 1392).
Ketika berwudhu, lakukan wudhu yang sempurna seperti ketika akan melaksanakan shalat. Asy Syaukani menyatakan bahwa tidak wajib untuk mencuci anggota wudhu terlebih dahulu saat mandi. Cukup dengan mengguyur seluruh tubuh tanpa melakukan wudhu terlebih dahulu, maka mandi sudah dianggap sah (Ad Daroril Mudhiyah Syarh Ad Duroril Bahiyyah, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, hal. 61, Darul ‘Aqidah, terbitan tahun 1425 H).
Kaki dapat dicuci setelah selesai berwudhu. Dalam hadits Maimunah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mencontohkan bahwa beliau membasuh anggota wudhu hingga mencuci kaki setelah mengguyur air ke seluruh tubuh.
Namun, hadits 'Aisyah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu secara sempurna, termasuk mencuci kaki, sebelum mengguyur air ke seluruh tubuh.
Para ulama berbeda pendapat mengenai urutan mencuci kaki. Oleh karena itu, baik metode yang disebutkan dalam hadits 'Aisyah maupun Maimunah dapat digunakan. Kita bisa memulai dengan berwudhu secara sempurna terlebih dahulu, lalu mengguyur air ke seluruh tubuh dan mencuci kaki terakhir.