Doa Malam Nuzulul Quran yang Penuh Kemuliaan
Proses Nuzulul Qur’an terdiri dari dua tahapan. Pertama, turun dari Lauh al-Mahfidz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Kedua, turun dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw.
Proses pertama Nuzulul Qur’an, menurut para ulama, dilakukan secara sekaligus. Sedangkan proses kedua, dilakukan secara berangsur-angsur.
Adapun peringatan Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan di Indonesia, itu memperingati Nuzulul Qur’an pada proses kedua yakni peristiwa pertama kali turunnya al-Qur’an secara berangsur-angsur. Pertama kali turunnya al-Qur’an di Gua Hira melalui malaikat Jibril. Adapaun wahyu pertama yang turun, menurut sebagian besar ulama, adalah QS. Al-‘Alaq/96.
Pada peringatan malam Nuzulul Qur’an, umat Islam di Indonesia mengerjakan banyak agenda-agenda positif. Hal itu amat baik untuk dijadikan amalan-amalan. Ada yang memperingati Nuzulul Qur’an dengan khataman al-Qur’an. Ada yang memperingati Nuzulul Qur’an dengan santunan anak yatim, dan sebagainya.
Namun, pasti di akhir sesi peringatan malam Nuzulul Qur’an, ada doa yang selalu dipanjatkan. Ini adalah hal yang lumrah bagi seorang muslim. Di setiap agenda-agenda peringatan semacam ini pun, biasanya ditutup dengan doa.