Doa agar Haid Cepat Keluar, Muslimah Harus Tahu!
Artinya: Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkan lah, engkau dzat Yang Maha Menyembuhkan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit. [HR Bukhari].
Perihal waktu terbaik untuk membaca doa tersebut, tak ada aturan khusus dalam ajaran Islam. Namun, seorang wanita bisa membacanya setelah sholat fardhu atau tengah malam.
Hal itu lantaran waktu-waktu tersebut adalah beberapa waktu yang mustajab, sebagaimana hadits berikut ini:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ
Artinya: Dari Abu Umamah, ia berkata, "Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: "Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib." (HR. Tirmidzi).
Melansir dari laman Medical News Today, Jumat (3/5/2024), berikut ini adalah penyebab haid tidak lancar.
Alat kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi. Oleh sebab itu, alat tersebut, seperti pil KB kerap membuat siklus menstruasi.
Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam produksi ASI. Hal ini juga dapat menekan ovulasi, terutama pada orang yang secara eksklusif dan sering menyusui selama bulan-bulan pertama kehidupan bayi.
Artinya, seseorang mungkin tidak mendapat menstruasi selama waktu tersebut. Menstruasi biasanya kembali segera setelah seseorang mulai lebih jarang menyusui atau ketika mereka berhenti menyusui.
Perimenopause adalah tahap pertama menopause, dan dimulai 4–8 tahun sebelum menopause dimulai, biasanya saat seseorang berusia 40-an. Selama perimenopause, siklus menstruasi mungkin menjadi lebih panjang atau lebih pendek di berbagai titik.
Akhirnya, menstruasi menjadi lebih jarang terjadi dan berhenti sama sekali saat menopause dimulai.
Tingkat stres yang tinggi dikaitkan dengan menstruasi yang tidak teratur. Para ilmuwan mengonfirmasi hal ini pada tahun 2021 dengan melakukan studi retrospektif mengenai keteraturan siklus selama pandemi COVID-19.