Di Mana Tempat Turunnya Nabi Isa AS di Akhir Zaman?
Dalam sejumlah hadits sahih disebutkan mengenai tempat turunnya Nabi Isa As yang merupakan pertanda akan datangnya hari kiamat. Sebagaimana diriwayatkan dari Nawas bin Sam'an bawa Rasulullah SAW pernah bersabda:
النواس بن سمعان رضي الله عنه أنه صلى الله عليه وسلم قال " فبينما هو أي الدجال كذلك إذ بعث الله المسيح ابن مريم عليه السلام فينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق بين مهرودتين واضعا كفيه على أجنحة ملكين إذا طأطأ رأسه قطر وإذا رفع رأسه تحدر منه جمان كاللؤلؤ ، فلا يحل لكافر يجد ريحه إلا مات ، ونفسه ينتهي حيث ينتهي طرفه ) .
Artinya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah Isa AS di Menara Putih, sebelah timur Damsyiq (Damaskus) dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Bila Isa menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafir pun yang mencium napasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal napasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.
Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damaskus (Damsyiq).
Inilah pendapat yang lebih sesuai karena Nabi Isa AS turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat subuh, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada Nabi Isa, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.”