Dalil Nisfu Sya'ban, Asal Usul Peringatan dan Amalan-Amalannya
JAKARTA iNews.id - Peringatan Malam Nisfu Sya'ban atau malam pertengahan bulan Sya'ban (hari ke-15) merupakan salah satu malam yang penuh barokah. Dalil mengenai malam Nisfu Sya'ban, amalan dan keutamaannya disebutkan dalam sejumlah hadits.
Meski derajat hadits tersebut tidak sampai sahih, menghidupkan malam dengan memperbanyak amalan ibadah seperti membaca Surat Yasin, sholat malam dan puasa sunnah sangat dianjurkan agar mendapatkan pahala dan keberkahan.
Direktur Aswaja Center PWNU Jatim, KH Ma'ruf Khozin dalam buku kecil berjudul Mana Dalil Nishfu Syaban menjelaskan, asal usul peringatan Malam Nishfu Sya'ban dilakukan pertama kali oleh para Tabi'in (generasi setelah Sahabat Nabi ) di Syam Syria, seperti Khalid bin Ma'dan (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Makhul (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Luqman bin 'Amir (al-Hafidz Ibnu Hajar menilainya 'jujur') dan sebagainya, mereka mengagungkannya dan beribadah di malam tersebut.
Dari mereka inilah kemudian orang-orang mengambil keutamaan Nishfu Sya'ban. Ketika hal ini menjadi populer di berbagai Negara, maka para ulama berbeda-beda dalam menyikapinya, ada yang menerima diantaranya adalah para ulama di Bashrah (Irak).
Namun kebanyakan ulama Hijaz (Makkah dan Madinah) mengingkarinya seperti Atha', Ibnu Abi Mulaikah, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari ulama Madinah dan pendapat beberapa ulama Malikiyah mengatakan: "Semuanya adalah bid'ah".