Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadist
Tanda lain dari malam Lailatul Qadar adalah suasananya tenang, terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan atau hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana hadits berikut:
“Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu,” (HR. Ahmad).
Terkadang, datangnya malam tersebut sampai terbawa dalam mimpi. Hal itu seperti yang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu'anhu.
“Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi saw diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah saw berkata,”Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul Qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir,”(HR Muslim)
Agar dapat memperoleh keutamaan malam lailatul qadar, Dianjurkan pula untuk menghadiri sholat subuh dan sholat isya berjamaah. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Imam Malik dalam Al-Muwatha’, dimana Ibnu Musayyib mengatakan bahwa: