“Dari Anas ra, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat zhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari).
Syarat Jamak Takhir
1. Berniat Jamak Takhir
Apabila musafir hendak melakukan shalat jamak dengan jamak takhir, maka ia harus berniat jamak takhir pada waktu pelaksanaan shalat yang pertama.
2. Masih Ada Udzur
Syarat jamak takhir kedua yakni masih adanya udzur hingga selesainya shalat yang kedua. Artinya, masih dalam perjalanan sampai datangnya waktu shalat yang kedua.
Bacaan Niat Sholat Jamak Takhir
1. Niat Shalat Jamak Takhir Zhuhur dengan Ashar
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ للهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli fardho dhuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati majmuu'an bil'ashri jam'a takhirin lillaahi ta'aala.