Cara Menentukan Awal Ramadhan dan Idul Fitri
Akan tetapi jika hilal masih belum terlihat sampai hari ke-29, maka umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan bulan Syaban dan Ramadan sampai 30 hari.
Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.”
Metode kedua untuk menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan bulan-bulan lain dalam kalender Hijriah adalah hisab. Metode ini menggunakan perhitungan peredaran bulan sebagai patokannya.
Dasar dari penggunaan metode ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan Bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (QS. Yunus: 5).
Dilansir dari situs Muhammadiyah, terdapat tiga kriteria dalam menentukan masuknya bulan selanjutnya dalam kalender Hijriah. Adapun tiga kriteria tersebut adalah sebagai berikut.
1.Telah terjadi ijtimak (konjungsi).
2.Ijtimak (konjungsi) terjadi sebelum matahari terbenam.
3.Piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud) pada saat terbenamnya matahari.
Editor: Komaruddin Bagja