Bolehkah Puasa Syawal tapi Belum Bayar Utang Puasa? Begini Kata Ulama 4 Mazhab
Diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub al-Anshariy, bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh” (HR Muslim, Kitab al-Shiyam, Bab Kesunahan puasa 6 hari syawal)
Dalam hadits sahabat Abu Ayyub al-Anshariy ini ada anjuran, yang berarti sebuah kesunnahan. Syekh Abdullah bin Abdul al-Bassam menyatakan hadits Puasa Syawal merupakan hadits shahih.
Bagi orang Indonesia kebanyakan yang memang sudah terbiasa dengan puasa 6 hari bulan syawal, sering muncul pertanyaan apakah boleh melakukan puasa sunnah 6 hari syawal sedang masih punya hutang Ramadhan yang belu dibayar?
Dikutip dari Buku "Yang Harus Diketahui dari Puasa Syawal" karangan Ahmad Zarkasih Lc disebutkan dalam hal ini ulama 4 madzhab tidak pada satu suara. Ada yang membolehkannya, ada juga yang membolehkannya namun makruh, dan ada juga yang melarangnya secara mutlak bahkan puasa sunnahnya tidak sah.