Beginilah Bacaan Sujud Sahwi Sesuai Sunnah Nabi
-Jika imam melakukan sujud sahwi setelah salam, maka makmum yang masbuk tidak boleh ikut melakukan sujud sahwi. Namun, makmum yang mengikuti shalat dari awal harus melakukan sujud sahwi bersama imam.
Penting untuk diingat bahwa jika seseorang lupa untuk melakukan sujud sahwi setelah shalat, maka dia harus segera melakukan sujud sahwi pada akhir shalatnya. Jika wudhu telah batal, terdapat beberapa perincian yang harus diperhatikan tergantung pada kasus kelupaan yang terjadi.
Terdapat penyebaran riwayat di kalangan masyarakat mengenai bacaan sujud sahwi yang diucapkan dengan lafal, "Subhana man la yanamu wa la yashu" (Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).
Namun, perlu diketahui bahwa bacaan tersebut tidak memiliki dasar dalil dalam Al-Qur'an, hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maupun perbuatan para sahabat. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan, "Doa ini tidak ditemukan dalam kitab hadis mana pun." (Lihat Talkhis Al-Khabir, 2:88)
Oleh karena itu, tidak ada doa khusus yang harus dibaca saat sujud sahwi. Bacaan sujud sahwi seharusnya sama seperti bacaan sujud dalam shalat pada umumnya, seperti membaca "Subhana Rabbiyal A'la" (Maha Suci Tuhanku Yang Mahatinggi).
Ibnu Qudamah rahimahullah menyatakan, "Saat melakukan sujud sahwi, hendaklah membaca bacaan yang diucapkan saat sujud dalam shalat, karena sujud sahwi merupakan sujud yang serupa dengan sujud dalam shalat." (Al-Mughni, 2:432–433)
Sujud sahwi merupakan bagian yang penting dalam rangka menjaga kesempurnaan shalat. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hukum, tata cara dan juga bacaan sujud sahwi dalam shalat. Wallahu wa'lam
Editor: Komaruddin Bagja