Begini Cara Memuaskan Suami pada Masa Nifas menurut Islam, Bikin Rumah Tangga Makin Harmonis
Bagi wanita yang nifas dan sedang haidh tentunya dalam agama Islam dilarang bersetubuh pada kemaluan (penetrasi kemaluan/coitus).
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, ‘Haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” [Al-Baqarah/2: 222].
Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
اِصْنَعُوْا كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ.
“Berbuatlah sesuka hatimu, kecuali bersetubuh (hadist ini shahih: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 527)], Shahiih Muslim (I/246 no. 302), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (I/439 no. 255), Sunan at-Tirmidzi (IV/ 282 no. 4060), Sunan Ibni Majah (I/211 no. 644), dan Sunan an-Nasa-i (I/152).
Diperbolehkan bagi suami bercumbu dengan istri baik yang sedang haid maupun nifas selama dia tidak sampai memasukkan penis ke dalam vagina (penetrasi).