Batas Waktu Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Begini Penjelasannya
عَنْ أَبِي هُرَيرَة t قَالَ : أَوْصَانيِ خَليِليِ بِثَلاَثٍ: صِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَي الضُّحَى وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
Dari Abu Hurairah ra berkata: “Rasulullah saw berwasiat kepadaku untuk mengerjakan tiga hal: puasa tiga hari tiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur. (HR. Muttaqun 'alaihi).
Hukum sholat Dhuha adalah sunnah, bahkan dalam pandangan ulama madzhab Maliki dan Syafi’i nilai kesunnahannya sangat kuat sehingga hukumnya adalah sunnah muakkadah2, ini setidaknya karena shalat ini sering dilakukan oleh Rasulullah saw dan tidak hanya itu beliau juga mewasiatkan kepada kita semua untuk juga merutinkannya, seperti dalam cerita hadits Abu Hurairah diatas.
Sering yang dimaksud memang tidak tiap hari, sesekali Rasulullah saw meninggalkan shalat dhuha, itu semua dimaksudkan agar shalat dhuha tidak dianggap sebagai sebuh kewajiban bagi ummat Islam.
Imam An-Nawawi menuliskan:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يُدَاوِمُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى مَخَافَةَ أَنْ يُفْرَضَ عَلَى الْأُمَّةِ فَيَعْجِزُوا عَنْهَا