Bagaimana Cara Beriman kepada Kitab-kitab sebelum Al-Qur'an? Begini Penjelasannya
Artinya: Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah). (QS. Al Anbiya: 105-107).
Kemudian pada surat Al Maidah ayat 46, Allah menegaskan keberadaan kitab Injil untuk Nabi Isa.
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan kami telah memberikan kepadanya kitab Injil, sedangkan di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Maidah: 46).
Di dalam Al-Qur'an, terdapat pula kisah-kisah umat terdahulu beserta kitab, dan utusan Allah. Maka untuk meningkatkan keimanan terhadap kitab-kitab sebelum Al-Qur'an, seorang muslim perlu membacanya berkali serta memahami isi kandungannya.
Membacanya pun harus sesuai dengan pedoman ilmu tajwid yang telah ditetapkan. Selain menambah keimanan, kegiatan ini juga dapat mendatangkan pahala.
Dari kisah kitab sebelum Al-Qur'an dan umat terdahulu, selalu ada hikmah yang dapat dipetik. Hikmah tersebut bisa menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Editor: Komaruddin Bagja