Bagaimana Cara Berdakwah Nabi Muhammad SAW? Simak 6 Macam Metodenya
Metode dakwah seperti ini digunakan terutama pada saat awal penyebaran Islam di kalangan suku Quraisy.
Metode dakwah yang lembut ini diharapkan dapat menghindari timbulnya permusuhan terhadap mereka yang diajak berdakwah. Kelembutan dalam berdakwah sangat penting karena manusia secara umum tidak menyukai dan menginginkan kekerasan.
Prinsip ini sesuai dengan petunjuk dalam Al-Quran yang menyatakan:
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS Thaha 44)
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran 159).
Namun, perlu diperhatikan bahwa meskipun dakwah sebaiknya disampaikan dengan tutur bahasa yang lembut dan halus, ada situasi tertentu yang memerlukan seorang dai untuk mengambil sikap yang tegas. Menurut Imam Al-'Izz bin Abdus Salam dalam Kitab Syajaratul Ma'arif Tangga Menuju Ihsan, (2008, Pustaka Al Kautsar), sikap lemah lembut memiliki tempatnya sendiri, begitu pula sikap yang keras memiliki tempat yang sesuai, tergantung pada situasi dan kondisi yang ada.
Dalam konteks ini, Imam Al-'Izz bin Abdus Salam mengambil contoh kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir'aun. Pada awal-awal dakwahnya, Nabi Musa menggunakan kata-kata yang lemah lembut dalam berbicara kepada Fir'aun. Allah berfirman: