Ayat Seribu Dinar: Pengertian, Waktu, Tujuan Membaca
Menurut Quraish Shihab, kata rezeki tidak selalu bersifat material, tetapi juga bersifat spiritual. Kalau ayat Al-Qur’an tersebut menjanjikan rezeki dan kecukupan bagi yang bertakwa, maka melalui Rasulullah SAW mengancam siapa yang durhaka dengan kesempitan rezeki, Quraish Shihab yakni merujuk pada hadis riwayat Ibn Majah, Ibn Hibban dan Al-Hakim melalui Tsauban ra :
“Tidak ada yang menampik takdir kecuali do’a,tidak ada yang menambah umurkecuali kebajikan yang luas, dan sesungguhnya seseorang dihindarkan dari rezeki akibat dosa yang dilakukannya”(M. Quraish Shihab, 2002: 297).
Waktu membaca Ayat Seribu Dinar bisa dilakukan tiap saat, namun ada beberapa waktu utama membaca ayat tersebut di antaranya:
1. Setelah Sholat Wajib
Waktu utama membaca Ayat Seribu Dinar sebagaimana waktu mustajab untuk berdoa yakni setelah melaksanakan sholat wajib atau fardhu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis mengenai waktu mustajab berdoa.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ