Artinya: "Dan janganlah kamu memakan harta anak yatim piatu dengan cara yang tidak sah, karena sesungguhnya kamu berdosa besar."
Ayat ini melarang kita untuk mengambil harta anak yatim dengan cara yang tidak sah, seperti menipunya atau merampasnya. Harta mereka adalah hak mereka dan harus dilindungi.
Cerita Sedih Naffa Zahra, Anak Yatim Ini Gagal Kuliah di USU gegara UKT Mahal
2. Al-Ma'idah (5): 85
"وَآتُوهُمْ حَقَّهُمْ الَّذِي فَرَضَ اللَّهُ لَهُمْ لَا تَسْأَلُهُمْ مِنْ مَالِكُمْ بَلْ أَطْعِمُوهُمْ وَاكْسُوهُمْ وَاسْكُنُوهُمْ مَعَكُمْ وَلَا
تُعَسِّرُوا فِي الْكَلَامِ مَعَهُمْ وَكُونُوا لَهُمْ وَالِينَ"
Latin: Wa ʾātuhum ḥaqqa-hum al-ladhī faraḍa Allāhu lahum lā tasʾalu-hum min mālikum bal ʾaṭʿimu-hum wa aksūhum wa askunu-hum maʿakum wa lā tuʿaṣṣirū fī al-kalāmi maʿahum wa kūnū lahum wālīn.
Artinya: "Dan berikanlah kepada mereka hak-hak mereka yang telah ditentukan. Janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk (yang halal dengan yang haram) dan janganlah kamu memasuki rumah-rumah mereka dengan memasuki secara paksa dan sewenang-wenang. Dan janganlah kamu menindas mereka. Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang baik."
Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu adil dan baik kepada anak yatim. Kita harus memberikan hak-hak mereka, seperti hak warisan, pendidikan, dan nafkah. Kita juga harus memperlakukan mereka dengan hormat dan kasih sayang.
3. Al-Maun Ayat 1-2
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ