Asal Usul Harta Karun, Berawal dari Kisah Qarun Paman Nabi Musa Alaihisalam
Nabi Musa akhirnya setuju untuk menolong Qarun, karena mengetahui sosoknya yang taat beribadah. Allah SWT pun mengabulkan doa musa, dan membuat Qarun mendapat rezeki berupa domba yang dengan cepat beranak pinak.
Kesuksesan Qarun menjadi peternak doba membawanya menjadi orang kaya. Dia pun memiliki harta yang berlimpah. Mulai dari emas, perak, permata, rubi, serta perhiasan dalam berbagai bentuk.
Setelah hidupnya berubah, sifat Qarun pun ikut berubah. Qarun yang semula taat beribadah kepada Allah, per lahan mulai lupa karena sibuk menghitung hartanya.
Qarun pun mulai sombong dan menyalahgunakan anugerah dari Allah SWT. Dia mengatakan bahwa barang-barang yang Ia miliki adalah buah dari kepintarannya.
Hartanya pun Ia gunakan untuk pamer kepada orang-orang disekelilingnya. Banyaknya harta yang Ia miliki juga membuatnya lupa beribadah. Beberapa orang menasihatinya bahwa harta yang saat ini dimilikinya hanya titipan yang sewaktu-waktu akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Namun, nasihat-nasihat ini tidak diindahkan olehnya.
Suatu ketika, Allah SWT menurunkan perintah zakat untuk umatnya kepada Nabi Musa as. Dia kemudian mengutus seseorang untuk meminta zakat ke kediaman Qarun. Namun, ketika dimintai bagiannya, Qarun marah dan tidak memberikan sedikitpun hartanya.
Perilaku Qarun yang sombong dan ingkar janji ini membuat Allah SWT menjatuhkan azab pada Qarun. Seluruh harta benda miliknya tenggelam di dalam bumi. Qarun yang tidak mau melepaskan harta benda miliknya berakhir ikut tenggelam ke dalam bumi. Hingga saat ini, harta benda yang ditemukan di dalam bumi disebut dengan harta karun sebagai pengingat akan kisah ini.
Editor: Kastolani Marzuki