Arti Surat Al Fatihah, Tafsir serta Keutamaan Berikut Nama Ummul Kitab Lainnya
Rasulullah SAW telah bersabda:
«لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ»
Tiada salat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab.
Yakni salatnya tidak sah. Di dalam hadis sahih Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban disebutkan melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
" لَا تُجْزِئُ صَلَاةٌ لَا يُقْرَأُ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ "
Tidak cukup suatu salat yang di dalamnya tidak dibacakan Ummul Quran.
Ulama mazhab Syafii dan segolongan orang dari kalangan ahlul 'ilmi mengatakan bahwa wajib membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat.
Penjelasan atau tafsir surat Al Fatihah
Ummul Qur’an (induk a-Qur’an) merupakan salah satu nama lain Al Quran. Mengapa demikian? Karena isi kandungan ketujuh ayatnya merupakan intisari dari al-Qur’an. Abul Hasan al-Harralli menjelaskan bahwa al-Fatihah adalah induk Al Quran, karena ayat-ayat alQur’an seluruhnya terinci melalui kesimpulan yang ditemukan pada ayat-ayat al-Fatihah.
Tiga ayat pertama dalam surat al-Fatihah mencakup makna-makna yang dikandung oleh asmaa’ul Husna. Semua rincian yang terdapat dalam al-Qur’an yang menyangkut Allah bersumber dari ketiga ayat pertama itu.
Ajaran tauhid yang terkandung dalam ketiga ayat pertama tersebut adalah sifatiyah kasih sayang-Nya kepada kita, menciptakan dan mengatur alam semesta untuk kita. Dialah Sang Penguasa alam (ayat 2) sehingga hendaknya kita mengakui dan meyakininya dan memuji kebesaran-Nya yang telah menciptakan kita semua.