Arti Mimpi Bersetubuh dengan Suami yang Sudah Meninggal, Apakah Dijelaskan Syariat?
Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut.
Jika mimpi terjadi pada dini hari atau saat waktu sahur maka kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. Ketentuan ini seperti yang dijelaskan oleh Ibnu al-Jauzi:
"Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)" (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).
Sebagian orang menganggap mimpi tentang bersetubuh dengan dengan mendiang suami hanyalah sebagai bunga tidur saja. Sehingga, mimpi tersebut hanya dianggap sebagai mimpi yang biasa dan tanpa perlu dicari makna ataupun artinya.
Kendati demikian, mungkin ada juga yang menganggap jika bermimpi bersetubuh dengan suami yang sudah meninggal adalah sebuah pertanda atau isyarat tertentu. Terutama terkait akan datangnya suatu kejadian. Oleh sebab itu, tidak heran jika mereka merasa mimpi tersebut perlu ditafsirkan atau diartikan maknanya.