Apakah Isra Miraj Boleh Puasa? Begini Ketentuan dan Niat Puasanya
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa di bulan Rajab memiliki keutamaan khusus, dan tidak ada perbedaan antara puasa di hari isra miraj dengan hari-hari lainnya. Selain itu, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi SAW atau para sahabatnya melakukan puasa khusus di hari Isra Miraj atau memerintahkan umatnya untuk melakukannya. Jika ada, tentu mereka akan mendahului kita dalam melaksanakannya.
Dari penjelasan di atas, puasa di hari Isra Miraj adalah boleh, namun tidak disunnahkan atau makruh. Jika seseorang ingin berpuasa di hari isra miraj, maka ia harus menggabungkannya dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, agar tidak terlihat seperti mengkhususkan hari tersebut. Atau, ia bisa berpuasa di hari-hari lain di bulan Rajab, seperti hari Senin dan Kamis, atau hari putih (13, 14, dan 15 Rajab).
Jika seseorang ingin berpuasa di hari Isra Miraj, maka ia harus berniat puasa sunnah, bukan puasa Isra Miraj. Karena, tidak ada puasa yang dinamakan puasa isra miraj dalam syariat.
Niat puasa sunnah adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ رَجَبِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin 'an ada’i fardhi Rajabi sunnatan lillahi ta’ala.” Artinya: “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu Rajab, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Puasa di hari Isra Miraj adalah boleh dan tidak ada larangan dalam Islam, namun tidak disunnahkan atau makruh. Hukumnya sama dengan puasa di hari-hari lain di bulan Rajab, yaitu sunnah. Jika seseorang ingin berpuasa di hari isra miraj, maka ia harus berniat puasa sunnah, bukan puasa Isra Miraj. Selain itu, ia harus menggabungkannya dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, agar tidak terlihat seperti mengkhususkan hari tersebut. Atau, ia bisa berpuasa di hari-hari lain di bulan Rajab, seperti hari Senin dan Kamis, atau hari putih.
Pertanyaan apakah Isra Miraj boleh puasa? Sudah terjawab, bukan? Semoga bermanfaat.
Wallahualam
Editor: Komaruddin Bagja