Apakah Boleh Ganti Puasa Ramadhan di Bulan Syaban? Begini Penjelasan dan Dalilnya
Hadits tersebut menjelaskan bahwa Aisyah hanya mengqadha puasa yang ditinggalkannya karena haid di bulan Syaban, bukan di bulan-bulan sebelumnya. Namun karena termasuk ke dalam mengakhirkan qadha, maka penggantian puasa Ramadhan tidak boleh ditunda dan harus segera dilaksanakan.
Pasalnya, waktu pelaksanaan qadha puasa ini tidak boleh melebihi datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Apabila melanggar aturan tersebut, maka orang itu dianggap telah melakukan sebuah dosa.
Sebagai gantinya, umat muslim yang lupa belum mengganti puasa sampai datang bulan Ramadhan berikutnya diwajibkan untuk membayar fidyah berupa bahan makanan pokok di wilayah tempat tinggalnya sebesar satu mud atau setara debgan 0,6 kg. Selain itu, ia tetap diharuskan mengganti puasanya.
Kata-kata Menyambut Bulan Ramadhan Menyentuh Hati, Cocok Dikirimkan untuk Sahabat dan Keluarga
Lantas, bagaimana jika orang tersebut ingin melaksanakan puasa sunnah Syaban?
Pada dasarnya, melakukan qadha puasa Ramadhan berbarengan dengan puasa sunnah di bulan Syaban diperbolehkan. Seorang muslim yang melakukannya diyakini akan memperoleh pahala dan keutamaan dari kedua ibadah tersebut.
Niat Ganti Puasa Ramadhan di Bulan Rajab, Arab, Latin, dan Artinya Beserta Tata Cara
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa niat Puasa Qadha Ramadhan harus dilakukan pada malam harinya atau saat makan sahur. Kendati demikian, puasa qadha Ramadhan yang berhukum wajib tetap harus didahulukan, sehingga tidak apa-apa jika seorang muslim tidak melakukan puasa Syaban.
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى
Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.
Artinya: Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu ramadhan Lillaahi Ta'ala
Pertanyaan apakah boleh ganti puasa Ramadhan di bulan Syaban sudah terjawab bukan? Semoga bermanfaat.
Editor: Komaruddin Bagja