Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesan MUI ke Anak Muda di Tahun Baru Islam: Teladani Rasulullah, Bukan Bintang Film
Advertisement . Scroll to see content

Amalan Meraih Malam Lailatul Qadar, Haruskah Begadang Semalaman?

Jumat, 07 Mei 2021 - 09:30:00 WIB
Amalan Meraih Malam Lailatul Qadar, Haruskah Begadang Semalaman?
Membaca Al Qur'an saat beri'tikaf merupakan salah satu amalan meraih malam Lailatul Qadar. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ustman Bin Affan disebutkan bahwa:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Siapa yang sholat Isya secara berjamaah maka ia seperti orang yang menghidupkan setengah malamnya, dan barang siapa yang sholat subuh secara berjemaah ia seperti orang yang menghidupkan seluruh malamnya” (HR Muslim, No. 1049).

Dalam hadits yang masyhur dijelaskan bahwa siapa orang yang menghidupkan malam Lailatul Qodar ia akan mendapatkan kemualian malam tersebut, yaitu diampuninya seluruh dosanya yang telah lampau. Dan ibadahnya malam itu dinilai sebagai ibadah selama 1.000 bulan, yang tepatnya 83 tahun lebih.

Imam al-Syirbiniy dalam kitabnya Mughni al-Muhtaj (2/189) mengutip pernyataan Imam AS-Sayfi’i dalam Qoul Qodim (pernyataan lama)-nya yang menyatakan bahwa keutamaan malam Lailatul Qodr itu bisa diraih bagi siapa yang hanya mengerjakan sholat Isya’ dan subuh secara bejamaah, sesuai hadits Ustman bin Affan diatas.

Kemudian beliau mengutip sebuah riwayat yang ­marfu’ dari Abu Hurairoh sebagai penguat statement sang Imam, disebutkan bahwa:

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut