Alasan Mengapa Manusia Harus Bertawakal, Beserta Dalilnya
Hal itu dapat didapatkan seorang Muslim jika tawakal diiringi dengan usaha dan ibadah dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana keutamaan memiliki sifat tawakal tercantum pada Al Qur'an surat Ath-Thalaq ayat 3:
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Latin: Wa yarzuqhu min ḥaiṡu lā yaḥtasib(u), wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh(ū), innallāha bāligu amrih(ī), qad ja‘alallāhu likulli syai'in qadrā(n).
Artinya: dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.
Demikianlah ulasan mengenai alasan mengapa manusia harus bertawakal. Semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan mengenai pentingnya memiliki sikap tawakal.
Editor: Komaruddin Bagja