Al Quran Bahasa Isyarat Indonesia Curi Perhatian Dunia di Pameran Buku Kairo
Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia naik cetak pada 2024 dan rampung pada 2025 dengan total produksi 2.000 set Al-Qur’an Isyarat Indonesia 30 juz yang terbagi dalam dua jilid. Selain versi cetak, mushaf ini juga tersedia melalui aplikasi Qur’an Kemenag.
Sebelum dipamerkan di Mesir, Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia telah diperkenalkan di Malaysia pada 2025 dan mendapatkan sambutan positif. Di dalam negeri, kehadiran mushaf ini disambut baik oleh komunitas Teman Tuli karena memberikan media baru untuk melafalkan ayat Al-Qur’an secara utuh.
Dalam simulasi yang ditampilkan langsung di Paviliun Indonesia, pengunjung diperkenalkan dengan konsep dasar isyarat huruf, harakat, dan tajwid, kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan lafadz basmallah.
“Simulasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Al-Qur’an Isyarat, khususnya bagi PDSRW di Mesir, sekaligus bagi pengunjung dengar yang datang ke Paviliun Indonesia,” kata Hilma.
Menurutnya, Al-Qur’an Bahasa Isyarat sangat dibutuhkan karena selama ini Teman Tuli umumnya hanya mendapatkan pengisyaratan makna ayat, bukan pada pelafalan huruf dan tajwidnya. Dengan mushaf ini, PDSRW dapat membaca Al-Qur’an secara lebih lengkap sesuai kaidah.