6 Kesalahan saat Puasa Ramadhan, Nomor 3 Sering Dilakukan
Hal ini terdapat dalam hadits Zaid bin Tsabit RA yang artinya: “Kami bersahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami berdiri untuk shalat. Saya berkata (Anas bin Malik yang meriwayatkan dari Zaid): 'Berapa jarak antara keduanya (antara sahur dan azan)? Dia menjawab: Lima puluh ayat'."
Riuhnya suara bedug, toa atau sirine yang digunakan untuk menandakan waktu imsak hanya dapat kita dengar di bulan Ramadhan. Tradisi ini seringkali dijadikan patokan berakhirnya waktu sahur.
Sedangkan melihat pada hadits di atas, kita mengetahui bahwa Rasulullah mencontohkan untuk mengakhirkan waktu sahur mendekati azan.
“Sesungguhnya Bilal azan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai kalian mendengar seruan azan Ibnu Ummi Maktum.” (HR Bukhari dan Muslim)
Karenanya, tradisi tersebut selayaknya hanya kita jadikan sebagai pengingat (alarm) persiapan waktu menuju azan Subuh.
Kesalahan lain dalam berpuasa Ramadhan yang satu ini termasuk sering dilakukan, yakni melafazkan niat puasa ketika makan sahur. Padahal sunnahnya, seperti disampaikan oleh Rasulullah, lafaz niat puasa Ramadhan diucapkan sejak malam hari setelah matahari terbenam.
“Barang siapa yang tidak berniat di dalam hari maka baginya tidak ada nilai ibadah puasa.” (Abu Dawud dan At-Tirmidzi)