Sebagaimana hadis berikut:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ منْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً ، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (HR. Muslim).
Sekali lagi, waktu yang sama tetapi isi berbeda.
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Rasulullah juga pernah menyampaikan bahwa ada dua nikmat yang sering diabaikan oleh manusia, yakni pertama ialah nikmat waktu luang, dan kedua yaitu nikmat sehat.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu (nikmat) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)
Bagi mereka yang mau mensyukuri nikmat waktu, sudah barang tentu modal waktu yang Allah berikan akan dimanfaatkan dan diisi dengan padat, dengan hal-hal yang bermanfaat.