“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ucapkanlah, ‘اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)'” (HR At-Turmudzi dan Ibnu majah).
2. Berdoa
Malam Lailatul Qadar adalah momen yang tepat untuk memohon atau berdoa kepada Allah. Selain karena diyakini merupakan malam yang mustajab, berdoa menjadikan manusia merasa lebih dekat dengan Allah Ta’ala.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Artinya: Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. [Ghafir/40 : 60].
3. Beristighfar
Ibadah lainnya yang bisa dilakukan oleh wanita yang sedang haid adalah membaca istighfar. Tujuannya tentu saja untuk mengharap ampunan Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuta.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
Artinya: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (QS. Nuh: 10).
Rasulullah SAW juga bersabda, "Barangsiapa memperbanyak Istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Daud).
4. Mendengarkan lantunan Al-Qur’an
Sebagaimana yang telah diketahui, wanita haid tidak diperbolehkan untuk memegang mushaf Al-Qur'an. Kendati demikian, wanita dalam kondisi yang demikian tidak dilarang untuk mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an.