“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” [HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i, dan lain-lain, Hadits shahih. Lihat Al ljabat Al Bahiyyah, 7]
Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran, agar melakukan shalat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai.
Hukum Shalat Berjamaah Laki-Laki dan Perempuan yang Bukan Mahram, Muslim Wajib Tahu!
2. Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri dilaksanakan setelah umat Islam melakukan ibadah puasa bulan Ramadhan. Sholat sunnah yang terdiri dari 2 rakaat ini berbeda pelaksanaanya dengan sholat sunnah pada umumnya.
Adapun cara pelaksanaan sholat Idul Fitri, yakni rakaat pertama takbir sebanyak 7 kali dan rakaat kedua di takbir dibaca sebanyak 5 kali. Sebelum melaksanakan sholat ini hendaknya makan dan minum.
3. Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Berbeda dengan sholat Idul Fitri, sholat sunnah yang dilaksanakan sebanyak 2 rakaat ini tidak dianjurkan untuk minum dan makan sebelum sholat.
Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
4. Sholat Istisqa
Sholat Istisqa adalah sholat sunnah yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meminta diturunkannya hujan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Adapun sholat sunnah muakkad yang tidak didahului dengan adzan dan iqamah ini didirikan dengan jumlah 2 rakaat.