5 Keutamaan Hari Arafah bagi Umat Islam, Waktu Mustajab hingga Penghapus Dosa
3. Syarat Sahnya Haji
Wukuf Arafah merupakan rukun haji yang paling pokok. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :
الْحَجُّ عَرَفَةُ
Artinya: “Haji itu adalah Arafah.” [HR. at-Tirmidzi, an-Nasâ’i,dan Ibnu Maajah].
4. Hari disempurnakannya agama Islam
Dalam surat Al-Maidah ayat 3, Allah SWT berfirman:
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ
Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
Terkait hal ini, dalam sebuah riwayat hadis sahih dijelaskan bahwa ayat tersebut diturunkan saat Rasulullah berada di Arafah yang bertepatan pada hari Jumat.
فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ
Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)
Dan berdasarkan keterangan dalam hadis tersebut, dapat dipahami pula bahwa Hari Arafah merupakan momen bersejarah di mana Allah SWT menurunkan ayat yang menyatakan bahwa ajaran Islam telah disempurnakan secara utuh.
Bahkan, dalam keterangan hadis lengkapnya, seorang Yahudi berkata kepada Umar, bahwa jika ayat tersebut diturunkan pada umat Yahudi, maka akan dijadikan satu hari raya khusus, sebab agungnya ayat tersebut.