20 Sifat Wajib Allah dan Artinya yang Wajib Diketahui Muslim
Dalam HR. Bukhori no. 4712 menerangkan bahwasannya ketika di akhirat kelak Allah SWT akan membukakan kepada Rasulullah SAW untuk memuji-Nya dengan sifat-sifat yang belum pernah diajarkan di dunia.
Bahkan dalam HR. Muslim no. 1118, Rasulullah SAW sendiri tidak mampu untuk menghitung pujiannya kepada Allah SWT.
Bacaan Hasbunallah Wanikmal Wakil, Arab, Latin, dan Artinya
ثُمَّ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَىَّ مِنْ مَحَامِدِهِ وَحُسْنِ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ شَيْئًا لَمْ يَفْتَحْهُ عَلَى أَحَدٍ قَبْلِى
Artinya: ”Maka Allah mengilhamkan kepadaku (untuk mengungkapkan) segala pujian kepada-Nya yang tidak diajarkan kepada seorang pun sebelumku.” (HR. Bukhari no. 4712)لَا
Inilah Amalan yang Dicintai Allah, Kerjakan Secara Istiqomah
أُحْصِي ثَنَاء عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسك
”Aku tidak bisa menghitung pujian kepada-Mu seperti Engkau memuji terhadap diri-Mu.” (HR. Muslim no.1118)
Sifat wajib Allah dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah. Berikut penjelasannya.
1. Wujud (Ada)
2. Qidam (Dulu)
3. Baqa’ (Kekal)
4. Mukholafatu Lilhawaditsi (Berbeda dengan semua makhluk)
5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)
6. Wahdaniyah (Maha Esa)
7. Qudrat (Berkuasa)
8. Iradat (Berkehendak)
9. Ilmu (Mengetahui)
10. Hayat (Hidup)
11. Sam’un (Mendengar)
12. Basar (Melihat)
13. Kalam (Berkata)
14. Qadiran (Dzat yang berkuasa)
15. Muridan (Dzat yang berkehendak)
16. Aliman (Dzat yang Mengetahui)
17. Hayyan (Dzat yang hidup)
18. Sami’an (Dzat yang Mendengar)
19. Bashiran (Dzat yang Melihat)
20. Mutakalliman (Dzat yang Berbicara)
Demikian sifat wajib dan mustahil bagi Allah yang harus kita percayai sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Dengan mengimani sifat wajib Allah, harapannya kita bisa mendapatkan ridha Allah SWT.
Editor: Komaruddin Bagja