Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 10 Ceramah Singkat Ramadhan dan Judulnya Penuh Hikmah Beserta Dalilnya
Advertisement . Scroll to see content

2 Rukun Puasa Ramadhan yang Wajib Muslim Ketahui, Lengkap Syarat dan Dalilnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:30:00 WIB
2 Rukun Puasa Ramadhan yang Wajib Muslim Ketahui, Lengkap Syarat dan Dalilnya
Ilustrasi Niat Puasa Ramadhan yang merupakan salah satu rukun puasa dalam Islam (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dua rukun puasa Ramadhan ini wajib dipenuhi umat Islam agar ibadah yang akan dijalani diterima Allah SWT. Puasa baik puasa fardhu atau wajib maupun sunah mempunyai rukun yang menjadi inti ibadah, di mana tanpa kedua rukun itu, maka puasa menjadi tidak sah di sisi Allah SWT.

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi tiap Muslim yang sudah balig, berakal dan sehat. Dalil Kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan ini disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 183. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS. Al Baqarah: 183).

Lantas apa saja rukun puasa yang wajib dipenuhi umat Islam agar ibadah yang dijalani tidak batal? berikut ulasannya.

Rukun Puasa Ramadhan

Dilansir dari Buku Puasa: Syarat & Rukun Membatalkan karya Ahmad Sarwat, rukun puasa Ramadhan ada 2 yaitu: Menjalankan ibadah termasuk puasa di bulan Ramadhan harus mengetahui rukun dan syarat wajibnya.

Ibadah puasa baik puasa fardhu atau wajib maupun sunah mempunyai dua rukun yang menjadi inti ibadah, di mana tanpa kedua rukun itu, maka puasa menjadi tidak sah di sisi Allah SWT.

Dua rukun puasa itu adalah niat dan imsak, yaitu menahan diri dari mengerjakan segala yang membatalkan puasa. Berikut dua rukun puasa:

1. Niat

Niat adalah rukun yang pertama dari dua rukun puasa menurut jumhur ulama. Namun beberapa ulama tidak memasukkan niat ke dalam rukun puasa, melainkan memasukkan ke dalam syarat sah puasa.

Jumhur ulama sepakat bahwa niat untuk berpuasa fardhu harus sudah terpasang sejak sebelum memulai puasa. Dan puasa wajib itu tidak sah bila tidak berniat sebelum waktu fajar itu.

Dalam fiqih, hal seperti itu diistilahkan dengan tabyit an-niyah (تبييت النية ), yaitu memabitkan niat. Maksudnya, niat itu harus sudah terpasang sejak semalam, batas paling akhirnya ketika fajar shubuh hampir terbit.

Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW :

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Dari Hafshah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Tirmidzy, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut