2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan Keutamaannya
Latin:
Lā yukallifu allāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa 'alayhā mā iktasabat, rabbanā lā tu’ākhidhnā in nasīnā aw akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alaynā iṣran kamā ḥamaltahu 'alā alladhīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu 'annā waghfir lanā warḥamnā, anta mawlānā fanṣurnā 'alā al-qawmi al-kāfirīn.
Artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’”
Dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah memiliki banyak keutamaan yang telah disebutkan dalam berbagai hadits. Salah satu keutamaannya adalah sebagai pelindung dan penjaga dari segala keburukan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Artinya:
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808).
Keutamaan Membaca Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah:
Membaca dua ayat ini akan memberikan kecukupan dari Allah untuk urusan dunia dan akhirat serta menjauhkan dari kejelekan.
Perbaruan Iman: Sebagian ulama berpendapat bahwa dengan membaca ayat tersebut, iman seseorang akan diperbarui karena mengandung sikap pasrah kepada Allah.