Zul Zivilia dan Putri Ajeng 7Icons Rilis Lagu dari Lapas
“Proses pembuatan karya Zul Zivilia dan Putri Ajeng dilakukan melalui prosedur pengamanan yang ketat dengan memanfaatkan studio musik milik Lapas Khusus Gunung Sindur,” ujar Wahyu.
Pembuatan lagu ini berlangsung sejak November 2025 hingga Januari 2026 dan menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bagi warga binaan.
Wahyu menambahkan, penciptaan lagu tersebut merupakan bentuk pembinaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap berkarya. Lagu Sabar-Sabar Ade dibuat selama mereka menjalani pembinaan dengan memanfaatkan studio musik,” katanya.
Sementara itu, Zul Zivilia mengaku bersyukur masih bisa menghasilkan karya di tengah masa penahanan dan jadwal pembinaan yang padat.