Mengenal Nasida Ria, Grup Kasidah yang Mendunia dan Tampil di Festival Musik di Jerman
Nama Nasida Ria dipilih karena ‘Nasida’ berarti lagu Islami dan ‘Ria’ berarti semarak. ‘Nasida Ria’ yang terdiri dari 9 huruf juga merujuk pada jumlah Wali Sanga yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Grup kasidah ini awalnya beranggotakan 9 orang yang seluruhnya merupakan santriwati pengajian yang dibina oleh H.M. Zain. Sembilan orang tersebut bernama Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah dan Nur Ain.
Alabaladil Mahbub merupakan album perdana Nasida Ria yang dirilis pada 1978 di bawah naungan label rekaman Ira Puspita Record. Di waktu itu, alat musik yang mereka gunakan tidak selengkap saat ini, yakni hanya memakai rebana.
Namun karena Wali kota Semarang saat itu, Iman Soeparto Tjakrajoeda begitu terkesan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Nasida Ria, maka ia pun memberikan satu unit keyboard kepada Nasida Ria sebagai hadiah.
Selanjutnya, popularitas Nasida Ria semakin melejit hingga membuat sebuah perusahaan rokok menghadiahkan gitar dan bas. Nasida Ria akhirnya melengkapi personilnya dengan alat musik modern lainnya.