Berlangsung saat Pandemi, Grammy Awards 2021 Habiskan Jutaan Dolar untuk Tes Covid-19
Perwakilan Recording Academy menolak memberikan biaya produksi Grammy Awards tahun ini. Tetapi seorang pengusaha yang mengetahui hal tersebut baru-baru ini memberi tahu bahwa untuk acara musik skala kecil, menghabiskan sekitar 1,5 juta USD untuk tes Covid-19.
Sementara untuk Grammy, sumber tersebut memperkirakan sekitar 2,5 juta USD. Angka ini berdasarkan rata-rata 75 USD atau setara sekitar Rp 1 Juta untuk tes setiap orang selama dua minggu, termasuk personel yang menjalankan tes dan biaya lab. Namun komentar Mason menunjukkan jumlah biaya yang digelontorkan mungkin jauh lebih banyak.
Beberapa tim artis juga bersikeras melakukan tes cepat di tempat untuk kedatangan artis, yang bisa menambah biaya hingga 500 ribu USD. Selain itu, kru yang bekerja dengan artis jauh lebih kecil daripada tahun 2019 dan banyak yang tiba di tempat dengan kamera siap pakai. Ada satu artis besar yang datang ke pertunjukan untuk direkam sebelumnya dengan tim terdiri delapan orang termasuk manajemen, direktur kreatif, stylist, dan lainnya selain musisi mereka.
Meskipun sejumlah pertunjukan Grammy telah direkam sebelumnya, protokol yang sama harus dipertahankan. “Tes Covid tidak murah, dan mereka harus memilikinya. Ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan sekarang, dan saya tidak berharap itu hilang begitu saja dengan vaksin," ujar pengusaha tersebut.
Menavigasi tempat tersebut juga merupakan proposisi yang memakan waktu dan mahal. Patrick Menton selaku produser bakat Grammy menyatakan setiap orang diuji setiap 48 jam, setiap orang harus memakai APD atau face shields, tidak ada makan dan minum, semua harus berjarak dua meter satu sama lain.