WHO Rekomendasikan Vaksin Influenza Trivalen, Ini Alasannya!
Penggunaan vaksin influenza trivalen ini mungkin masih baru di Indonesia, bahkan statusnya masih transisi. Tapi, kalau di Amerika Serikat, vaksin influenza trivalen sudah dipakai sejak 2024-2025.
Begitu juga di Eropa, vaksin tersebut sudah diterapkan sejak 2025-2026. Dan di negara tetangga Indonesia, Thailand, vaksin influenza trivalen pun sudah dipakai dengan alasan virus Yamagata sudah sangat jarang ditemukan.
Menjadi pertanyaan sekarang, apa yang akan terjadi jika virus Yamagata muncul dan manusia tidak memiliki kekebalan lewat vaksin?
Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI dr Sukamto, Sp.PD-KAI, terkait itu WHO terus memantau lewat sistem GISRS atau surveilans global yang aktif setiap hari.
"Kalau ada perubahan epidemiologi, rekomendasi vaksin bisa langsung direvisi. Sistemnya dinamis, tidak kaku," ungkap dr Sukamto.
Editor: Muhammad Sukardi