Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deddy Corbuzier Ngamuk Tantang Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Adu Pintar di Podcast
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Serangan Demam Badai Sitokin Berakibat Fatal, Dokter Ahli: Jangan Terlambat Masuk ICU

Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:26:00 WIB
Waspada Serangan Demam Badai Sitokin Berakibat Fatal, Dokter Ahli: Jangan Terlambat Masuk ICU
Tenaga medis memeriksa pasien Covid-19. (Foto: iNews.id/Pramono Putra).
Advertisement . Scroll to see content

"Perawatan orang yang kritis itu sangat rumit. Ventilator tidak bekerja seperti obat. Menyesuaikan ventilator membutuhkan banyak upaya langsung dan ini menjadi masalah ketika rumah sakit kewalahan menangani pasien," tambahnya.

Lantas bagaimana menyelamatkan pasien Covid-19 dari bahaya Second-Week Crash?

Sadar akan bahaya dari second-week crash, diketahui beberapa rumah sakit menggunakan banyak taktik, misalnya memberikan pasien oksigen lebih awal atau menggunakan obat pengencer darah sebagai profilaksis untuk mencegah pembekuan.

Di UCLA, perawat ICU lebih agresif memantau tekanan ventilator dan menggunakan teknik proning untuk memaksimalkan pasien mendapatkan oksigen. "Teknik proning ini dilakukan sebanyak 16 jam per hari," kata Buhr.

Teknik proning, sambung Buhr, sudah terbukti meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru pasien dengan sindrom gangguan pernapasan akut. Masalah yang sangat khas dialami pasien Covid-19 gejala parah.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut