Waspada, Perempuan yang Kerja Lebih Lama Rentan Kena Diabetes Tipe 2
JAKARTA, iNews.id - Bukan rahasia umum lagi jika bekerja lebih lama dapat memiliki efek yang merugikan bagi kesehatan. Mulai dari peningkatan stres hingga risiko mengembangkan penyakit kronis tertentu.
Studi terbaru dari Toronto, Kanada, bahkan menemukan jika bekerja lebih lama dapat menimbulkan penyakit diabetes tipe 2, khususnya bagi perempuan. Ini diungkapkan oleh pakar epidemologi yang berbasis di Toronto, Mahee Gilbert-Ouimet.
Timnya meneliti lebih dari 7.000 pekerja di Kanada selama 12 tahun dan menemukan jika jam kerja dapat mempengaruhi risiko diabetes. Dalam studi yang dipublikasikan BMJ Diabetes Research & Care, perempuan yang bekerja lebih dari 45 jam seminggu memiliki risiko 51 persen lebih tinggi terkena diabetes.
Anehnya, di studi ini mereka tak menemukan efek yang sama pada pria. Justru, pria yang bekerja lebih lama tampaknya memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes dibandingkan yang bekerja lebih sedikit.
"Tingkat aktivitas fisik pria yang lebih tinggi (di tempat kerja) dapat membantu menjelaskan, mengapa pria berisiko lebih rendah terkena diabetes," ungkap Gilbert-Ouimet, seperti dilansir dari Time, Senin (9/7/2018).
Namun, keterkaitan antara jam kerja dan penyakit diabetes memang tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, ketika kita kerja berlebihan dan menimbulkan stres tinggi, dapat mengubah hormon seperti kortisol. Apalagi bagi mereka yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu.
Perubahan kortisol inilah yang dapat mempengaruhi kadar insulin tubuh dan kemampuannya untuk memecah gula. Selain itu, kadar stres yang tinggi juga menyebabkan gangguan tidur dan rentetan masalah mental yang pada gilirannya berkontribusi terhadap perubahan berat badan, tingkat insulin, dan risiko terhadap diabetes.
Editor: Tuty Ocktaviany