Waspada Pecah Pembuluh Darah Otak, Gejalanya Berawal dari Nyeri Sekitar Mata
Menurut dr Abrar, aneurisma otak memiliki dampak besar. Memang tidak selalu berujung pada kematian. Namun, kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak.
Itu sebabnya, pada 2021 ini, Brain Aneurysm Awareness Month yang jatuh pada September, mengangkat tema ‘Raising Awareness, Supporting Survivors, Saving Lives’.
“Selain meningkatkan awareness masyarakat akan aneurisma otak, kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia juga harus ditingkatkan agar dapat mendeteksi dini, melakukan edukasi pencegahan, dan penanganan komprehensif aneurisma terutama pada penderita yang telah mengalami pecahnya aneurisma otak, atau akan lebih baik bila dapat ditangani sebelum aneurisma tersebut pecah," ujar dr. Abrar Arham.
Dia menjelaskan, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), saat ini menangani kurang lebih 100 kasus aneurisma otak setiap tahunnya. Penanganan kasus aneurisma otak membutuhkan kolaborasi multidisiplin melibatkan dokter bedah saraf, neurointervensionist, neurologist, intensivist, dan lain sebagainya.
"Di samping itu, diperlukan berbagai peralatan dan fasilitas penunjang yang memadai dan mutakhir agar kita dapat menangani kasus aneurisma otak dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik,” ujar dr Abrar.