Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pendonor Ginjal Minim, Indonesia Butuh Lembaga Donor Organ Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Gagal Ginjal Tak Bergejala, Lakukan Deteksi Lewat Tes Urine

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:22:00 WIB
Waspada Gagal Ginjal Tak Bergejala, Lakukan Deteksi Lewat Tes Urine
Gagal ginjal kerap datang tanpa tanda yang jelas sehingga banyak pasien tidak menyadari kondisinya. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Gagal ginjal kerap datang tanpa tanda yang jelas sehingga banyak pasien tidak menyadari kondisinya. Penyakit ini umumnya baru terdeteksi saat kondisi fisik menurun drastis dan pasien sudah memasuki stadium akhir hingga harus menjalani dialisis atau cuci darah.

Padahal, deteksi dini gagal ginjal dapat dilakukan melalui pemeriksaan sederhana dan terjangkau. Spesialis Ginjal dan Hipertensi, Prof. Dr. dr. Endang Susalit, menegaskan bahwa pemeriksaan urin lengkap sudah cukup untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan pada ginjal.

“Urin lengkap saja. Kalau hasilnya bersih, biasanya aman,” kata Prof. Endang saat acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI pada Sabtu (14/2/2026).

Dia menjelaskan, pemeriksaan urin mampu mendeteksi keberadaan protein, darah, maupun zat lain yang menjadi tanda awal gangguan ginjal. Jika dilakukan secara rutin, tes ini dapat membantu mencegah progresi penyakit ke tahap lebih lanjut yang berisiko memerlukan terapi pengganti ginjal.

Menurut dia, tes urin lengkap bisa dilakukan di laboratorium umum dengan biaya relatif terjangkau. Pemeriksaan sederhana tersebut menjadi langkah awal yang efektif sebelum pasien mengalami kerusakan ginjal yang lebih berat.

Menariknya, jumlah penderita gagal ginjal antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Namun, pasien laki-laki tercatat lebih banyak yang akhirnya menjalani transplantasi ginjal.

Prof. Endang mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi faktor sosial, di mana laki-laki sering menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Karena itu, keluarga cenderung mendorong upaya transplantasi agar kualitas hidupnya kembali membaik.

“Laki-laki sering jadi pencari nafkah utama, jadi keluarganya mendorong agar kualitas hidupnya kembali baik dan bisa bekerja lagi,” ujarnya.

Dia menegaskan, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi kunci penting dalam penanganan gagal ginjal. Dengan diagnosis lebih awal, pasien memiliki lebih banyak pilihan terapi, termasuk peluang menjalani transplantasi pada waktu yang tepat, bukan saat kondisi kerusakan ginjal sudah terlalu berat.

Deteksi dini melalui tes urin sederhana diharapkan dapat meningkatkan angka keberhasilan penanganan dan menekan risiko komplikasi. Masyarakat pun diimbau tidak menunggu munculnya gejala berat sebelum memeriksakan diri.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut