Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apes! Pemuda Terbakar usai Tuang Bensin ke Arang untuk Bakar Sate di Tangsel
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Daging Sate Gosong Bisa Picu Kanker, Begini Kata Menkes

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:38:00 WIB
Waspada! Daging Sate Gosong Bisa Picu Kanker, Begini Kata Menkes
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengolah sate pada momen kurban Idul Adha. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengolah sate pada momen kurban Idul Adha. Bagian daging yang gosong atau menghitam disebut berpotensi memunculkan zat karsinogen yang dapat menjadi pemicu kanker jika dikonsumsi berlebihan.

Tradisi membakar sate memang sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Adha. Namun, di balik kelezatan sate, terdapat risiko kesehatan apabila proses pembakaran dilakukan hingga daging dan lemak hangus.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Budi menjelaskan bahwa bagian hitam pada sate merupakan karsinogen yang terbentuk akibat proses pembakaran.

“Kalau kita makan sate, pasti ada yang hitam-hitam seperti ini. Ini namanya karsinogen, penyebab kanker,” kata Budi, dikutip Jumat (29/5/2026).

Dia menuturkan, potensi munculnya karsinogen tidak hanya berasal dari daging yang gosong, tetapi juga dari lemak hewan yang ikut terbakar saat proses memanggang sate. Lemak disebut lebih cepat hangus dan memicu terbentuknya zat berbahaya tersebut.

“Kalau yang putih-putih ini namanya lemak, jangan bakar lemaknya. Karena lemak ini cepat gosong dan jadi karsinogen,” ucap dia.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak memanggang daging terlalu lama hingga berubah hitam. Proses pembakaran yang berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko terbentuknya zat pemicu kanker pada makanan.

Selain mengingatkan soal bahaya daging gosong, Budi juga membagikan tips mengolah daging kurban agar lebih sehat saat dikonsumsi. Salah satunya dengan menggunakan bumbu alami seperti kunyit atau serai sebelum daging dibakar.

Menurut dia, penggunaan bumbu kuning dapat membantu mengurangi pembentukan karsinogen saat proses pemanggangan berlangsung.

“Dikasih bumbu kuning dulu. Bisa kunyit atau serai. Itu mengurangi karsinogen sampai 90 persen,” tutur Budi.

Tak hanya itu, dia juga menyarankan agar daging direbus terlebih dahulu sebelum dibakar menjadi sate. Cara tersebut dinilai dapat membuat proses pemanggangan lebih singkat sehingga risiko daging gosong bisa dikurangi.

“Saya mau memberikan tips kepada teman-teman bagaimana cara memasak daging merah ini menjadi sate versi lebih sehat. Direbus dulu sebentar. Sesudah itu, baru dipanggang bikin sate,” kata dia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut